Barcelona Resmi Memperpanjang Kontrak Xavi Hernandez Hingga 2016




Xavi Hernandez telah resmi memperpanjang kontrak bersama Barcelona, klub yang membesarkannya, hingga 30 Juni 2016. Siapa pun yang berani membeli sang maestro Barca dalam kurun waktu tersebut, harus berani mengucurkan dana 80 juta Euro. Dalam hampir 15 tahun kariernya bersama tim senior Barcelona, Xavi boleh dikatakan sebagai pencipta sejarah bagi klub Catalan.

Lebih dari sebelas tahun lalu, seorang legenda bernama Pep Guardiola meninggalkan Barcelona untuk memulai karier bersama Brescia, klub ‘kecil’ di Liga Italia. Kala itu, Barca tengah berada dalam kondisi sulit. Dan seorang pemuda bernama Xavi Hernandez, produk akademi sendiri seperti halnya Pep, berjuang melewati masa-masa berat tersebut untuk kemudian memberikan segalanya untuk Barcelona.

Enam gelar La Liga sudah didapatkan oleh Xavi sepanjang kariernya di tim senior Barcelona. Belum lagi belasan gelar lain, termasuk tiga dari empat gelar Liga Champions Barca sepanjang masa. Ia yang awalnya disebut ‘terlalu muda dan kurang berpengalaman’ untuk menggantikan Pep Guardiola, kemudian bergerak lebih jauh. Posisinya lebih maju, dan kemampuannya sebagai pengatur irama tim semakin menjadi pula.

Dan kini, gelandang asal Terrassa mendapatkan kesempatan untuk bertahan lebih lama di Camp Nou setelah menandatangani kontrak. “Pilihan pertama saya, adalah, untuk senantiasa berada di sini. Klub (Barca) membuatnya jadi nyata, dan saya mengapresiasi itu. Saya akan tetap berusaha tampil seperti yang sudah terjadi selama ini,” kata Xavi.

Usia sang pemain, yang akan mencapai angka 36 kala kariernya berakhir, membuat banyak orang bertanya-tanya. Mampukah Xavi digantikan? Apakah Barca akan mengalami masa-masa sulit kala ia pensiun kelak? Xavi menolak hal tersebut. Baginya, ada banyak talenta di klub. Ucapan rendah hati meluncur dari bibirnya, “Hal ini sudah dibuktikan kala saya absen. Barca akan tetap sukses meski tanpa saya.”




29 Januari 2013


Fiqhi Strife

Lionel Messi Sempat Hendak Bergabung ke Real Madrid


Lionel Messi nyaris bergabung ke Real Madrid ketika pertama kali datang ke Spanyol. Demikian yang disampaikan agen pertama Messi di Spanyol, Horacio Gaggioli. Sang mantan agen juga mengenang, ia sempat berpikir, mendatangkan King Leo yang kala itu ‘terlalu kurus dan mungil’, adalah sebuah kesalahan besar.
“Beberapa partner saya di Argentina melihat Leo ketika ia berusia 11 tahun. Mereka berkata kepada saya bahwa bocah ini begitu luar biasa, dan ia ingin datang ke Spanyol,” kata Horacio Gaggioli mengenang awal persuaannya dengan Lionel Messi.
“Sangat penting untuk menemukan tim yang memiliki karakteristik khusus; sebuah kota tempat Messi dapat melanjutkan perawatan seputar hormon pertumbuhannya. Sekaligus kota tempat sang ayah dapat memperoleh pekerjaan,” lanjut Gaggioli.
Sang agen, sempat menghubungi dua klub ibukota Spanyol, Real Madrid danAtletico. Namun, memang sudah digariskan bahwa King Leo berjodoh dengan Barcelona. Gaggioli sendiri awalnya sempat ragu dengan tubuh Messi yang kala itu begitu mungil dan kurus.
“Kami menghubungi Real Madrid dan Atletico, tapi tak ada sesuatu yang konkret yang benar-benar terjadi. Akhirnya, kami merancang pertemuan dengan Barcelona. Dan ketika untuk pertama kalinya saya melihat Leo turun dari pesawat, mulut saya menganga. Saya langsung berpikir, betapa saya telah menggiring diri sendiri dalam masalah besar. Saya merancang segalanya hanya untuk seorang bocah mungil dan kurus,” kenang Gaggioli.
Dan nyatanya, memang kesan pertama tak selamanya tepat. Lionel Messi kelak akan menjadi pemain terbaik dunia lewat kariernya di Barcelona. Sementara Gaggioli menjadi salah satu instrumen penting yang menghubungkan sang bocah pada takdirnya.
22 Januari 2013

Fiqhi Strife

Cristiano Ronaldo Pernah Ditolak Barcelona



Mantan presiden Barcelona, Joan Laporta mengaku bahwa dahulu, Cristiano Ronaldo pernah ditawarkan agennya, Jorge Mendes, untuk dibeli klub Catalan. Namun, kala itu, Barca sudah ‘kehabisan uang’ sehingga menolak hadirnya CR7yang saat itu masih berkostum Sporting Lisbon. Selain itu, Laporta juga menyebutkan bahwa Ricardo Kaka juga pernah nyaris bergabung ke Barcelona. Silvio Berlusconi, pemilik AC Milan sempat hendak menukarkan Kaka dengan Ronaldinho. Namun, lagi-lagi hal yang mungkin mengubah sejarah klub tersebut urung terwujud.
Kisah Cristiano Ronaldo yang hendak pindah ke Barcelona ini terjadi pada musim 2003-04. Ketika itu, agen pemain Portugal, Jorge Mendes, menawarkan Ronaldo kepada Barcelona. Bahkan, harga yang disebutkan Mendes, lebih murah daripada harga jual Ronaldo ke Manchester United kelak (12,24 juta Poundsterling).
Namun, apa mau dikata. Barcelona menolak tawaran Mendes tersebut karena mereka sudah terlanjur mengeluarkan uang banyak. Pada awal musim 2003-04 tersebut, Barca sudah membeli Ronaldinho (27,5 juta Euro), Ricardo Quaresma (6,25 Juta Euro), dan Rafael Marquez (5,25 juta Euro). Lagipula Ronaldo kala itu tak masuk dalam proyeksi pembelian Barca.
Selain Ronaldo, pemain yang nyaris bergabung dengan Barca, adalah Ricardo Kaka (ketika masih bergabung dengan AC Milan). Gelandang Brazil yang nasibnya kini terkatung-katung ini, pernah ditawarkan oleh Silivo Berlusconi, pemilik  Rossoneri. Syaratnya, barter. Kaka pindah ke Camp Nou, sedangkan Ronaldinho menjadi milik klub Italia. Laporta yang ketika itu menjabat sebagai presiden, menolak hal ini karena pada masa tersebut, Ronaldinho adalah kebanggaan klub Catalan.
Selain membahas kenangan lama dirinya ketika masih menjadi orang nomor satu Barcelona, Laporta juga menyatakan semua pihak harus menghargai keputusan Victor Valdes untuk tak memperpanjang kontrak. Yang jelas, bagi Laporta, tanpa Valdes, tidak akan ada dua gelar Liga Champions yang didapatkan di era Laporta menjadi presiden (2007 dan 2009).
Laporta juga menandaskan, keputusan memilih Pep Guardiola sebagai pelatih Barcelona sebagai keputusan terbaik yang pernah diambilnya. Frank Rijkaard adalah sosok yang sulit digantikan, dan baginya Guardiola yang kala itu melatih Barcelona B, adalah sosok tepat. Perjudian Laporta terbukti berhasil karena di era Pep, Barca menjadi raja Eropa
22  Januari 2013

Fiqhi Strife
-->